Simvastatin, yang Dikenal Sebagai Obat Kolesterol

Simvastatin, yang Dikenal Sebagai Obat Kolesterol

Disertasi ini mengantarkan Erwin menyabet gelar doktor pada April lalu. Simvastatin adalah salah satu jenis obat golongan statin. Obat golongan ini telah lama dikenal mampu menurunkan kadar kolesterol serta mencegah stroke dan penyakit jantung koroner. Studi yang dilakukan pada sel dan hewan sebelumnya menyebutkan simvastatin juga berguna menghambat migrasi sel tumor karena memiliki efek menghambat penjalaran dan pertumbuhan. Ada bermacam-macam jenis obat statin, seperti atorvastatin, rosuvastatin, fluvastatin, pitavastatin, dan pravastatin. Tapi, dari berbagai jenis statin tersebut, menurut Erwin, simvastatin-lah yang efek sampingnya lebih ringan, lebih murah, dan lebih gampang didapat.

Website : kota-bunga.net

Untuk menyebar ke bagian tubuh yang lain, sel kanker melakukan migrasi atau berpindah dan proliferasi atau tumbuh di tempat baru. Penyebaran ini sebelumnya didahului dengan pengiriman sinyal oleh sel kanker. Setelah sinyal diterima, sel akan bergerak dan tumbuh di tempat baru. Agar dapat bergerak ke tempat baru, sel kanker memerlukan mesin penggerak dan navigator. Mesin penggerak sel ini disebut aktin sitoskeleton, yang didapat dari perubahan enzim Rho dan Rho-associated kinase (ROCK). Dua enzim ini bertugas menyampaikan sinyal dari luar tadi ke dalam inti sel. Jika sinyal sudah sampai ke inti, sel akan menghasilkan protein yang bakal digunakan untuk menambah pembuluh darah, menyebar, dan tumbuh di tempat baru. Dengan modal itu, selnya jadi cepat membelah sehingga berkembang dan cepat bergerak ke tempat baru.

Karena mekanisme ini, produksi Rho dan ROCK perlu dihambat sehingga kemampuan sel kanker untuk bergerak juga berkurang. Menurut Erwin, simvastatin bisa menghambat aktivitas Rho dan ROCK tersebut. Jika enzim Rho dan ROCK ini dihambat, penyebaran kanker bisa dicegah. ”Mesin kankernya kita rusak sehingga tak bisa bergerak,” ujar Erwin. Dalam penelitian tersebut, Erwin memberikan simvastatin kepada sejumlah pasien kanker yang melakukan terapi di klinik bedah onkologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rumah Sakit Gatot Soebroto, Rumah Sakit Persahabatan, dan RSUD Koja, Jakarta, pada November 2014- Juli 2015. Ada 15 pasien yang diberi simvastatin dengan dosis 40 miligram. Sebagai pembanding, 15 pasien yang lain diberikan plasebo, sejenis obat palsu tanpa efek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *