Rupiah Diprediksi Kembali Labil

Nilai rupiah diprediksi bakal terus bergerak fluktuatif karena pengaruh sejumlah isu global dan situasi terkini perpolitikan dalam negeri. Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan tekanan global karena pelemahan mata uang Turki, lira, bisa memicu pergerakan rupiah semakin labil di kisaran 14.440- 14.520 per dolar Amerika Serikat. “Tekanan global berasal dari kekhawatiran krisis Turki.

Dengan anjloknya lira sampai 20 persen, akan menyebar ke Eropa dan negara berkembang lainnya,” kata Bhima, kemarin. Menurut dia, investor akan cenderung menghindari untuk menempatkan aset di emerging market. Rilis data defisit transaksi berjalan yang mencapai 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II 2018 pun diproyeksi mempengaruhi pasar. Drama pemilihan bakal calon presiden dan wakil presiden pada akhir pekan lalu, menurut Bhima, juga bakal ditanggapi secara beragam. Dia memperkirakan, investor asing meragukan penunjukan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin sebagai pendamping Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *