KB SEDERHANA

Selain menyusui, ada beberapa alternatif KB sederhana lain. Oh ya, yang dimaksud metode KB sederhana adalah semua metode KB yang tidak mengan dung hormon. Beberapa Mama menyusui memilih cara ber-KB ini karena dianggap tidak akan berpe ngaruh pada kualitas dan produksi ASI. Seperti yang dilakukan Mama Pandu Tedi, “Waktu melahirkan anak pertama, anakku umur 4 bulan, aku langsung ber-KB. Pakainya KB kalender dan tetap sukses sampai aku hamil anak kedua. Sekarang anak ke duaku sudah 9 bulan dan KB kalender aku teruskan. Alhamdulilah, tetap lancar. Aku juga sudah rutin haid. Aku termasuk yang beruntung sukses dengan KB kalender.”

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Kontrasepsi dengan menggunakan sistem kalender adalah berKB dengan tidak berhubungan intim ketika istri dalam masa subur. Meski Mama Pandu Tendi sukses menjalaninya, namun cara ini sebenarnya kurang dianjurkan karena terkadang istri keliru menghitung siklus haidnya. Jadi kemungkinan gagalnya cukup besar. Contoh lain KB sederhana diceritakan oleh Mama Setia Kurnia. “Aku takut disuntik, juga takut dipasangi IUD.

Jadi aku meminta suamiku memakai kondom untuk ber-KB. Untungnya suami setuju. Sekarang anakku berumur 16 bulan, pemakaian kondom masih lancar. Nanti kalau anakku dua tahun baru aku mau hamil lagi.” Mama Papa tentu tak asing lagi dengan kondom. Betul, alat kontrasepsi non-hormonal ini berbentuk kantung karet tipis, biasanya terbuat dari lateks. Kondom merupakan alat kontrasepsi yang mudah didapat di warung/supermarket dan gampang dilakukan.

Kelemahannya, bila penggunaannnya kurang tepat, kondom bisa bocor sehingga angka kegagalannya cukup besar. KB sederhana yang angka kegagalan cukup besar lainnya adalah sanggama terputus. Cara kontrasepsi ini adalah ketika suami mencapai puncak orgasme, sperma dikeluarkan di luar vagina. Namun, sekali lagi, cara ini juga terbilang sering gagal.

Masih Kurang Populer

Namun, pemakai alat ini biasanya mengeluh rasa panas pada vagina dan terlalu banyak cairan. Jadi, KB apa yang terbaik bagi Mama menyusui ? Terkait dengan kontrasepsi pascamelahirkan, WHO sebagai badan kesehatan dunia yang juga mengampanyekan pemberian ASI eksklusif untuk bayi, menyarankan agar Mama mulai menggunakan KB hormonal yang me ngandung progesteron pada 6 minggu pascamelahirkan . Penasaran tentang alat-alat KB tersebut? Silakan simak halaman berikutnya ya Ma!

Sumber : pascal-edu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *