Gloria Absen Di Pengibaran Bendera

ANGGOTA Pe ngibar Bendera Pusaka asal Depok, Jawa Barat, Gloria Natapradja Ha mel, gagal mengikuti Pasukan upacara puncak peringatan hari kemerdekaan di Istana Merdeka pada Rabu pekan lalu. Siswa kelas X SMA Islam Dian Didaktika Cinere ini terganjal masalah kewarganegaraan. Kepala Staf Garnisun Tetap DKI Jakarta Brigadir Jenderal TNI Yoshua Pangdip Sembiring mengatakan Gloria memegang paspor Prancis, yang diketahui sepekan sebelumnya. ”Undang-Undang Kewarganegaraan menyebutkan seseorang kehilangan warga negara bila mempunyai paspor asing,” katanya selepas pengukuhan Paskibraka 2016 di Istana Negara, Senin pekan lalu.

Sebaliknya, Ketua Satuan Tugas Perlindungan Anak Depok Muhammad Ihsan mengatakan Gloria tidak menyalahi peraturan perundang-undangan. Ia baru diwajibkan memilih kewarganegaraan setelah berusia 18 tahun. ”Hargai perjuangan dia ikut rekrutmen,” ujar Ihsan. Gloria, yang lahir dari seorang ibu berkewarganegaraan Indonesia, Ira Natapradja, dan ayah berkebangsaan Prancis, Didier Hamel, awalnya hanya bisa menyaksikan para sahabatnya mengibarkan bendera pusaka. Setelah upacara itu, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memanggilnya dan mengizinkannya ikut bertugas menurunkan bendera sore harinya. Gloria menangis ketika mengetahui mendapat kesempatan itu. ”Saya terharu, akhirnya mimpi tercapai,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *