Setelah N219 Terbang Tinggi bag2

Pintu belakang, yang menjadi ciri khas CN-235, dihilangkan sehingga bisa menempatkan enam kursi lagi. Hasil pengembangan CN-235 itu mereka namai N245. Palmana menyampaikan ide awal pembuatannya dalam rapat antardivisi yang membahas strategi perusahaan menggenjot pemasaran CN-235 pada 2014. ”Gak usah, kita mikir CN-235 saja,” kata Palmana menirukan kalimat penolakan yang diterimanya dalam rapat itu.

Namun gagasan N245 itu malah jadi bahan diskusi yang menggairahkan dengan kawan-kawan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang diperbantukan di PTDI untuk menggarap pesawat N219. Lapan bahkan mengadopsi ide pengembangan pesawat kelas menengah itu sebagai bagian dari peta jalan Pusat Teknologi Penerbangan Lapan yang baru dibentuk lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *