Monthly Archives: September 2021

Hikayat Dahana Di Bukit Tursina Bag8

Pada November 2012, pinjaman itu dikonversi menjadi 20,2 persen hak Dahana atas saham Suma Energi. l l l PEMBERIAN dana talangan—yang kemudian dikonversikan menjadi saham atas Suma Energi—belakangan menjadi persoalan. Dalam laporan hasil pemeriksaan atas kegiatan pengadaan dan penjualan tahun 2011 dan 2012 PT Dahana, Badan Pemeriksa Keuangan menyatakan perusahaan pelat merah ini merugi.

Tak tanggungtanggung, nilainya mencapai Rp 66,7 miliar. Angka tersebut berasal dari selisih antara nilai kepemilikan riil Dahana atas Suma Energi yang tak sebanding dengan dana talangan I dan II yang sudah dikeluarkan. Seorang auditor BPK mengaku heran dengan keputusan Dahana memberikan dana talangan tersebut.

Bingung Memilih Kb Yang Cocok

Saya ingin minta pencerahan tentang kb, terutama dari segi keamanan dan kecocokan. Pasalnya, saya pernah ikut kb suntik 3 bulan, selama satu bulan badan saya jadi melar dan jadi sering merasa pegal-pegal, padahal tidak terlalu banyak beraktivitas. Saya juga pernah menggunakan pil, tapi berpengaruh pada menstruasi yang tidak berhenti-berhenti. Apakah melakukan steril dilarang bagi wanita di bawah 30 tahun dok?

Baca juga : toefl ibt jakarta

Selama ini, suami menggunakan kondom, tapi setelah berhubungan, saya jadi gatal-gatal di vagina. Jadi serba salah, dok. Mohon penjelasan dokter judi. Terima kasih atas jawabannya. Izha azizah – Makassar Metode KB ditujukan untuk mencegah kehamilan, ada yang sifatnya mekanik (misal, spiral), hormonal (misal, pil dan suntik KB), atau operasi (pemotongan saluran telur atau tubektomi). Setiap metode KB akan menimbulkan efek samping, karena mengganggu siklus haid normal atau merubah kondisi rongga rahim (pada KB spiral). Artinya, setiap calon akseptor KB harus mencoba dulu metode mana yang kira-kira cocok untuk dirinya.

Contoh, untuk ibu menyusui bisa pakai spiral, KB suntik tiga bulanan, atau pil khusus ibu menyusui (hanya mengandung progesteron). Bila tidak hamil, pilihan metode KB lebih bervariasi. Masalah kegemukan tidak sematamata karena memakai KB, tetapi lebih sering karena pola makan dan minum berlebihan, terutama karbohidrat dan minuman manis. Pemilihan KB steril, terutama bila ada kelainan yang melarang Ibu hamil lagi. Umpama, sudah tiga kali operasi sesar, penyakit jantung berat yang disertai darah tinggi, atau Ibu dan suami memang sudah sepakat tidak menambah momongan lagi.

Kesepakatan harus dibuat setelah Ibu dan suami memperoleh penjelasan dokter tentang manfaat dan kerugian dilakukan KB steril. Terima kasih atas pertanyaannya. “Saat hamil perutku termasuk besar, sampai banyak yang mengira kalau aku hamil anak kembar. Senang sih didoakan seperti itu. Namun hal itu menjadi masukan untukku agar pintar memilih pakaian dalam. Apalagi jika menempuh perjalanan jauh, misalnya saja naik gunung. Meski dalam kondisi hamil, aku masih sempat jalan-jalan ke gunung. Karena itu, pakaian dalam yang nyaman menjadi pilihan utama. Untuk busana, bahannya harus kaus dan tidak berat, agar si kecil bebas bergerak”. Irma novianti (7 bulan) yang bikin nyaman.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Senjata Pemberantas Demam Berdarah Bag7

Pada fase kedua ini, nyamuk yang sudah diberi Wolbachia disebar di empat lokasi penelitian secara bertahap, yakni di Desa Nogotirto dan Dukuh Kronggahan, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, serta Desa Singosaren dan Dusun Jomblangan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Keempatnya merupakan endemis demam berdarah. Penyebaran nyamuk di kedua kabupaten ini dilakukan dengan cara berbeda. Di Sleman, penyebaran dilakukan dengan menerbangkan nyamuk-nyamuk dewasa.

Tapi ini sempat menimbulkan pertentangan di Nogotirto. Sebagian kecil warga menolak karena penelitian ini belum terjamin keampuhannya. ”UGM tidak mau memberikan jaminan tertulis. Warga jadi bahan percobaan yang belum 100 persen dipastikan keberhasilannya,” kata bekas pengurus organisasi kepemudaan desa itu, yang menolak disebut namanya.

Gagal Paham Instruksi Sederhana

Di usia batita, kebanyakan anak sudah mampu memahami instruksi sederhana dan memberikan respons seperti yang diharapkan. Bagaimana jika tidak? “Dek, tolong tutup pintunya,” ujar Mira menunjuk pintu yang separuh terbuka. Andin pun melangkah mendekati pintu tersebut. Tetapi, alih-alih mendorongnya hingga tertutup, ia justru menarik daun pintu itu hingga terbuka lebar.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Lo, bagaimana, sih? Mira jadi bingung. Rasanya ia sudah memberikan instruksi yang sangat sederhana. Kok, Andin tidak paham, ya? Memang, para ahli sepakat jika di usia batita sebagian besar anak telah memahami instruksi sederhana, termasuk pada waktu orangtua mengatakan, “Jangan.” Namun, karena beberapa alasan, mungkin saja si kecil belum mampu melakukannya. KENALI BERBAGAI PENYEBAB Menurut psikolog Nurul Annisa, anak “gagal paham,” salah satu penyebabnya adalah orangtua sendiri. “Anak mendapatkan kesulitan, sebab orangtua memakai kalimat sulit atau tidak bisa dipahami dengan mudah.”

Contoh, Mama bicara terlalu cepat atau bicara kepada beberapa orang sekaligus, sehingga anak tidak paham bahwa ia yang diajak bicara. Ini juga bisa terjadi apabila orangtua tidak melakukan dengan kontak mata, sewaktu memberi instruksi sembari menelepon, umpamanya. Penyebab lain, cenderung bersifat medis. Misal, anak mendapatkan gangguan atau hambatan pada tumbuh kembangnya. Delila berbagi kisah merawat Ajo ketika usia batita. Menurut Delila, Ajo seperti tak memahami harus berbuat apa. Tetapi lama-lama Delila mencurigai telinganya bermasalah.

Ia pun membawa Ajo ke dokter. Ternyata pada telinga Ajo ada kotoran yang cukup padat dan bisa menghalangi pendengarannya. “Mungkin saya tak terlalu berani untuk membersihkan kotoran pada telinganya,” ujar Delila. Setelah dokter membantu membersihkan kotoran pada telinga si kecil, Delila mendapati Ajo cukup bisa memahami instruksi sederhana dari orang-orang yang sekitarnya.

MENOLAK “JANGAN” Cerita lain disampaikan Fitria, Mama dari Friska. Menurut Fitria, semakin dilarang, Friska justru semakin melakukan. “Contoh, dilarang: jangan lari-lari. Yang ada malah dia akan makin mempercepat jalannya jadi seperti berlari,” keluh Fitria. Hal ini memang kerap terjadi pada batita, demikian Nurul mengungkapkan. “sewaktu usia batita memang ada kencenderungan anak malah melakukan hal yang berkebalikan dari yang orangtua inginkan,” ujarnya. Oleh karena itu Nurul selalu mengajak orangtua untuk memakai kalimat positif daripada larangan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/