Bingung Memilih Kb Yang Cocok

Saya ingin minta pencerahan tentang kb, terutama dari segi keamanan dan kecocokan. Pasalnya, saya pernah ikut kb suntik 3 bulan, selama satu bulan badan saya jadi melar dan jadi sering merasa pegal-pegal, padahal tidak terlalu banyak beraktivitas. Saya juga pernah menggunakan pil, tapi berpengaruh pada menstruasi yang tidak berhenti-berhenti. Apakah melakukan steril dilarang bagi wanita di bawah 30 tahun dok?

Baca juga : toefl ibt jakarta

Selama ini, suami menggunakan kondom, tapi setelah berhubungan, saya jadi gatal-gatal di vagina. Jadi serba salah, dok. Mohon penjelasan dokter judi. Terima kasih atas jawabannya. Izha azizah – Makassar Metode KB ditujukan untuk mencegah kehamilan, ada yang sifatnya mekanik (misal, spiral), hormonal (misal, pil dan suntik KB), atau operasi (pemotongan saluran telur atau tubektomi). Setiap metode KB akan menimbulkan efek samping, karena mengganggu siklus haid normal atau merubah kondisi rongga rahim (pada KB spiral). Artinya, setiap calon akseptor KB harus mencoba dulu metode mana yang kira-kira cocok untuk dirinya.

Contoh, untuk ibu menyusui bisa pakai spiral, KB suntik tiga bulanan, atau pil khusus ibu menyusui (hanya mengandung progesteron). Bila tidak hamil, pilihan metode KB lebih bervariasi. Masalah kegemukan tidak sematamata karena memakai KB, tetapi lebih sering karena pola makan dan minum berlebihan, terutama karbohidrat dan minuman manis. Pemilihan KB steril, terutama bila ada kelainan yang melarang Ibu hamil lagi. Umpama, sudah tiga kali operasi sesar, penyakit jantung berat yang disertai darah tinggi, atau Ibu dan suami memang sudah sepakat tidak menambah momongan lagi.

Kesepakatan harus dibuat setelah Ibu dan suami memperoleh penjelasan dokter tentang manfaat dan kerugian dilakukan KB steril. Terima kasih atas pertanyaannya. “Saat hamil perutku termasuk besar, sampai banyak yang mengira kalau aku hamil anak kembar. Senang sih didoakan seperti itu. Namun hal itu menjadi masukan untukku agar pintar memilih pakaian dalam. Apalagi jika menempuh perjalanan jauh, misalnya saja naik gunung. Meski dalam kondisi hamil, aku masih sempat jalan-jalan ke gunung. Karena itu, pakaian dalam yang nyaman menjadi pilihan utama. Untuk busana, bahannya harus kaus dan tidak berat, agar si kecil bebas bergerak”. Irma novianti (7 bulan) yang bikin nyaman.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *