Category Archives: Berita

Rupiah Diprediksi Kembali Labil Bagian 2

Sosok tersebut dianggap belum mampu menyelesaikan persoalan ekonomi yang sudah mendesak. “Sementara visi-misi Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dinilai masih abstrak. Ini membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) lebih ditopang investor domestik,” ucap Bhima. Saat kedua pasangan bakal capres dan cawapres itu resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum pada akhir pekan lalu, kurs rupiah sempat dibuka menguat, tapi kemudian ditutup melemah 41 poin menjadi 14.473 dari sebelumnya 14.432 per dolar AS.

Adapun IHSG saat itu menguat 11,91 poin atau 0,20 persen menjadi 6.077,17. Analis Panin Sekuritas, William Hartanto, justru memprediksi kondisi rupiah pekan ini melemah, terkena imbas perang dagang. Dia memperkirakan rupiah bergerak di kisaran 14.380- 14.500 per dolar AS.“Untuk profit taking sepertinya sudah akan berakhir,” ujarnya. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat nilai tukar di level 14.437 pada 10 Agustus lalu. Angka tersebut melemah 15 poin dibanding penutupan pada hari sebelumnya, yaitu 14.422 per dolar AS.

Rupiah Diprediksi Kembali Labil

Nilai rupiah diprediksi bakal terus bergerak fluktuatif karena pengaruh sejumlah isu global dan situasi terkini perpolitikan dalam negeri. Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan tekanan global karena pelemahan mata uang Turki, lira, bisa memicu pergerakan rupiah semakin labil di kisaran 14.440- 14.520 per dolar Amerika Serikat. “Tekanan global berasal dari kekhawatiran krisis Turki.

Dengan anjloknya lira sampai 20 persen, akan menyebar ke Eropa dan negara berkembang lainnya,” kata Bhima, kemarin. Menurut dia, investor akan cenderung menghindari untuk menempatkan aset di emerging market. Rilis data defisit transaksi berjalan yang mencapai 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II 2018 pun diproyeksi mempengaruhi pasar. Drama pemilihan bakal calon presiden dan wakil presiden pada akhir pekan lalu, menurut Bhima, juga bakal ditanggapi secara beragam. Dia memperkirakan, investor asing meragukan penunjukan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin sebagai pendamping Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019.